Cari Blog Ini

Translate

Selasa, 24 Mei 2022

3.1.a.9 Koneksi Antar Materi

 Pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka

Semboyan terkenal yang di cetuskan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madya Mangunkarsa, Tut Wuri handayani

Memiliki maksud bahwa:

1.    Pada saat seorang pemimpin berada di depan, maka dia harus bisa memberikan tauladan.

2.    Pada saat berada di tengah, maka dia harus bisa membangun motivasi/semangat.

3.    Dan pada saat berada di belakang, maka seorang pemimpin harus bisa memberikan dukungan atau motivasi.

Sebagai seorang pendidik, kita harus menyadari bahwa setiap anak lahir di dunia ini dengan membawa kodratnya masing-masing. Dan sebagai guru tugas kita adalah menuntun dan mengarahkan segala kodrat yang ada pada masing-masing anak didik kita.

Kita hanya bisa mengarahkan dan memberikan dorongan, supaya mereka tidak kehilangan arah pada saat mereka berproses. Kita berikan kebebasan dan kemerdekaan dalam belajar. Guru haruslah menjadi sosok yang bisa mengambil keputusan yang berpihak pada murid dengan menerapkan 4 Paradigma Pengambilan Keputusan, 3 Prinsip dalam menyelesaikan masalah, dan 9 langkah Pengambilan dan Keputusan.

4 Paradigma pengambilan keputusan

Secara umum ada pola, model, atau paradigma yang terjadi pada situasi dilema etika yang bisa dikategorikan sebagai berikut:

1.     Individu lawan masyarakat (Individual vs community)

2.     Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)

3.     Kebenaran lawan kesetiaan (Truth vs loyalty)

4.     Jangka panjang lawan jangka pendek (short term vs long term)

 

Prinsip pengambilan keputusan

Disadari ataupun tidak, ketika seseorang membuat suatu keputusan ada nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang mendasari keputusannya. Secara umum ada 3 prinsip yang mendasari seseorang dalam mengambil suatu keputusan yang mengandung dilema etika:

1.     Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)

2.     Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)

3.     Berpikir Berbasis Rasa Pedili (Care-Based Thinking)

 

Langkah-langkah dalam mengambil Keputusan

Ada 9 langkah yang harus dilalui dalam mengambil suatu keputusan

1.       Apa nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut?

2.       Siapa yang terlibat dalam situasi tersebut?

3.       Apa fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut?

4.       Mari kita lakukan pengujian benar atau salah terhadap situasi tersebut. Apakah ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? (Uji legal)

Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut? (Uji regulasi)

Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini? (Uji intuisi)

Apa yang anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di halaman depan koran? Apakah anda merasa nyaman?

Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini?

5.       Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma mana yang terjadi pada situasi tersebut?

6.       Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, prinsip mana yang akan dipakai

7.       Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini (Investigasi Opsi Trilemma)?

8.       Apa keputusan yang akan Anda ambil?

Coba lihat lagi keputusan Anda dan refleksikan.

Kamis, 14 April 2022

Refleksi Budaya Positif

Salah satu budaya positif yang dilakukan siswa/siswi SD Alfalah Assalam adalah ketika istirahat digunakan untuk membaca buku. Terkadang siswa/siswi membaca buku yang mereka bawa dari rumah, terkadang juga mereka membaca buku yang mereka pinjam dari perpustakaan, terkadang juga mereka membaca buku yang disediakan di pojok literasi di dalam kelas.

Budaya positif lain yang selalu mereka lakukan adalah ketika istirahat mereka gunakan untuk bermain yang aman. Salah satu permainan yang aman adalah bermain rumah perkalian.

dan masih banya lagi budaya positif yang lainnya. Berikut adalah beberapa dokumentasi budaya positif yang terjadi:  

Bermain Rumah perkalian

Memilih buku di pojok literasi

Menikmati membaca buku_1

Menikmati membaca buku_2

Menikmati membaca buku_3




Kondisikan Kelas dengan Kesepakatan Kelas

secara bahasa, kesepakatan adalah sesuatu yang disepakati bersama, sedangkang kelas adalah salah satu ruangan di dalalm sekolah.

Sehingga, kesepakatan kelas merupakan sesuatu yang disepakati guru dan murid, dan antar teman di dalam lingkup sekolah.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat kesepakatan kelas diantaranya adalah:

1. Menggunakan kalimat positif

2. Tidak terlalu banyak, sehingga mudah diingat

3. Sebaiknya yang bisa dilaksanakan oleh semua anggota kelas

4 Sebaiknya semua anggota kelas ikut berkontribusi

5. Bisa ditinjau sewaktu-waktu.

Video pembuatan kesepakatan kelas: